Logicodix 2025 Tahun Kedua, Antusiasme Peserta dari Berbagai Perguruan Tinggi
SURABAYA – Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika (TI), Sistem Informasi (SI), dan Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) Universitas Negeri Surabaya kembali menyelenggarakan Logicodix 2025 sebagai agenda tahunan yang memasuki tahun kedua pelaksanaannya. Kegiatan ini menghadirkan tiga cabang utama, yakni Programming and Logic Competition (PLC), Business Plan Competition (BPC), serta Bootcamp Web Development (BWD).
Perluasan cabang lomba tersebut menjadi strategi panitia untuk menjangkau peserta yang lebih luas. Hal ini terbukti dari meningkatnya jumlah pendaftar hingga ratusan peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi serta SMA sederajat dari seluruh Indonesia.
Rangkaian Logicodix 2025 disusun secara sistematis dan berjenjang. Kegiatan diawali dengan PLC yang terdiri atas tiga tahap, yaitu babak penyisihan, semifinal, dan final. Setelah babak penyisihan, peserta mengikuti BWD sebagai tahap pembekalan sebelum melanjutkan ke babak semifinal dan final PLC, yang dilaksanakan secara intensif selama tiga hari. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan BPC yang meliputi tiga tahap, yakni seleksi Business Model Canvas (BMC), penilaian proposal, dan babak final berupa presentasi. Kehadiran BPC menjadi salah satu inovasi pada Logicodix 2025 guna memperluas minat mahasiswa, khususnya di bidang bisnis dan kewirausahaan.
Persiapan Logicodix 2025 dilakukan dalam kurun waktu kurang lebih tiga bulan. Meskipun sempat menghadapi tantangan berupa padatnya jadwal program kerja himpunan, panitia tetap mampu mengelola waktu dan sumber daya secara optimal. Hal ini tercermin dari tingginya antusiasme peserta yang melampaui ekspektasi awal, bahkan pada cabang BPC berhasil menarik peserta dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Dalam pembentukan kepanitiaan, pembagian tugas dilakukan secara strategis guna meminimalkan benturan antar program kerja. Panitia dibagi berdasarkan kapasitas dan ketersediaan waktu, sehingga terdapat anggota himpunan yang fokus terlibat dalam Logicodix tanpa mengikuti program kerja lain secara bersamaan. Manajemen sumber daya manusia yang baik ini menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan.
Tahapan paling krusial dalam pelaksanaan Logicodix 2025 terletak pada persiapan teknis, terutama karena sebagian besar rangkaian kegiatan dilaksanakan secara daring. Koordinasi antara panitia, pembawa acara, dan peserta dipersiapkan secara matang. Bahkan, pada H-1 pelaksanaan, panitia telah melakukan simulasi teknis khusus untuk cabang PLC serta pengaturan alur acara secara menyeluruh guna memastikan kesiapan teknis dan ketepatan waktu saat hari pelaksanaan.
Dari sisi partisipasi, Logicodix 2025 diikuti oleh lebih dari 80 tim lomba, dengan jumlah peserta BWD mencapai sekitar 30 orang. Dengan demikian, total peserta yang terlibat dalam kegiatan ini melebihi 100 orang. Pada kategori PLC, ditetapkan juara 1, 2, dan 3, sedangkan pada kategori BPC ditetapkan juara 1, 2, 3, serta juara harapan 1 dan 2.
Ketua pelaksana mengapresiasi dedikasi seluruh panitia yang tetap menunjukkan komitmen tinggi di tengah kesibukan akademik. Panitia dinilai mampu mengatur waktu dengan baik serta tetap menjalankan tugas kepanitiaan meskipun dihadapkan pada jadwal perkuliahan yang padat. Kerja sama dan rasa tanggung jawab panitia menjadi faktor penting dalam menyukseskan Logicodix 2025.
Sebagai penutup, ketua pelaksana menyampaikan harapannya agar Logicodix dapat terus berkembang di tahun-tahun mendatang. “Saya berharap, dengan capaian tahun ini yang telah menghadirkan peserta dari universitas-universitas top 10, ke depannya Logicodix dapat diikuti oleh lebih banyak perguruan tinggi unggulan sehingga semakin membanggakan universitas dan jurusan,” ujarnya.