Kurikulum Transformasi SI UNESA bersama AISINDO
Program Studi Sistem
Informasi UNESA mengundang Muhammad Yusuf, Vice President AISINDO periode
2025–2029, untuk memberikan masukan dalam penyusunan ulang kurikulum. Kegiatan
ini menjadi langkah strategis dalam menyesuaikan kurikulum dengan standar
terkini LAM INFOKOM 2.0 serta acuan internasional ACM IS 2020, demi memastikan
lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan industri.
Dalam paparannya, Muhammad
Yusuf menyoroti perubahan paradigma akreditasi LAM INFOKOM yang kini beralih
dari pendekatan berbasis aturan ke pendekatan berbasis prinsip, sehingga
program studi dituntut fokus pada hasil dan dampak pembelajaran. Kurikulum perlu
dirancang berlandaskan Outcome-Based Education (OBE) dengan capaian
pembelajaran yang jelas, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan para pemangku
kepentingan. Ia juga menegaskan bahwa materi kurikulum harus mencakup mata
kuliah inti dan domain khusus Sistem Informasi, kemampuan analisis kuantitatif
dan kualitatif, serta proyek akhir atau capstone project yang relevan dengan
dunia profesional.
Beliau menekankan
pentingnya keselarasan kurikulum dengan ACM IS 2020, mulai dari pemenuhan mata
kuliah inti hingga integrasi topik yang dibutuhkan industri, seperti Business
Intelligence, Enterprise Systems, IT Audit, dan Data Analytics. Selain itu, keterlibatan
industri harus diwujudkan secara nyata melalui kemitraan penelitian, pengabdian
kepada masyarakat, dan program magang yang terintegrasi dengan pembelajaran,
terutama dalam kerangka Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
Muhammad Yusuf juga
mengingatkan bahwa pencapaian akreditasi Unggul memerlukan kelengkapan dan
akurasi dokumen yang selaras dengan data PD-Dikti, serta penerapan siklus
Continuous Quality Improvement (CQI) berbasis PPEPP: Penetapan, Pelaksanaan,
Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kurikulum Sistem Informasi UNESA dapat memenuhi standar internasional sekaligus tetap relevan dengan kebutuhan nasional, sehingga mampu meningkatkan daya saing lulusan di tingkat ASEAN dan memperbesar peluang meraih akreditasi Unggul dari LAM INFOKOM.