OpenAI CODEX: Ketika Bahasa Manusia Bisa Menjadi Baris Kode
OpenAI Codex
merupakan model kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh OpenAI untuk
menerjemahkan perintah dalam bahasa alami menjadi kode pemrograman. Teknologi
ini dipandang oleh para ahli sebagai sebuah agen AI yang canggih. Codex menjadi
fondasi dari GitHub Copilot, sebuah alat berbasis AI yang membantu
melengkapi kode secara otomatis di beberapa lingkungan pengembangan seperti Visual
Studio Code dan Neovim. OpenAI merilis versi pratinjau riset dari
alat terbaru dengan nama Codex, yang dikembangkan dari model OpenAI o3 yang
telah ditingkatkan.
Fungsionalitas dan Potensi Codex
Dibangun di atas arsitektur GPT-3,
Codex tidak hanya dilatih menggunakan teks, tetapi juga dengan sekitar 159
gigabyte kode Python dari 54 juta repositori GitHub. Salah satu
contoh penggunaan umum adalah ketika pengguna menuliskan komentar seperti, “//hitung rata-rata bergerak dari array
berdasarkan ukuran jendela tertentu”, lalu Codex akan menghasilkan kode
yang sesuai dengan instruksi tersebut.
Menurut OpenAI, Codex mampu
menyelesaikan sekitar 37% permintaan pengguna secara otomatis, dan dirancang
untuk mempercepat pekerjaan pemrograman, bukan menggantikannya. Keunggulan
utama Codex terletak pada kemampuannya dalam mengonversi masalah sederhana
menjadi solusi kode yang relevan, sesuatu yang kerap dianggap sebagai bagian
paling membosankan dalam pemrograman. Jeremy Howard, salah satu pendiri Fast.ai,
menyatakan bahwa Codex memungkinkan pengguna “menulis kode tanpa benar-benar
menulis banyak kode”. Ia menambahkan bahwa meskipun hasilnya tidak selalu
sempurna, Codex sudah cukup mendekati kebutuhan pengguna dan model ini berhasil
menyelesaikan sekitar 70,2% permintaan dengan solusi yang valid.
Codex mendukung lebih dari selusin
bahasa pemrograman, seperti Go, JavaScript, Perl, PHP, Ruby, Shell, Swift, dan
TypeScript, namun performa terbaiknya tercapai saat digunakan dengan Python.
OpenAI bahkan telah mendemonstrasikan kemampuannya untuk membuat permainan
berbasis browser dengan JavaScript dan menghasilkan visualisasi data
menggunakan matplotlib. Tak hanya itu, Codex juga dapat berinteraksi
dengan berbagai aplikasi dan layanan populer seperti Mailchimp, Microsoft
Word, Spotify, hingga Google Calendar.
Dari sisi keamanan, model Codex-1
dirancang untuk mendeteksi dan menolak permintaan yang mengandung konten
berbahaya seperti malware atau eksploitasi. Model ini dijalankan di dalam
lingkungan kontainer yang aman tanpa akses ke internet, serta hanya menggunakan
dependensi yang telah disetujui, sehingga mengurangi risiko penyalahgunaan kode
yang dihasilkan.