Microsoft Kehilangan 400 Juta Pengguna Windows, Kenapa Bisa?
Microsoft diperkirakan kehilangan sekitar 400 juta pengguna sistem operasi Windows dalam tiga tahun terakhir, dari 1,4 miliar pengguna pada 2022 menjadi sekitar 1 miliar pada 2025. Penurunan ini menjadi perhatian serius karena mencerminkan perubahan besar dalam pola penggunaan teknologi, serta menandai menurunnya dominasi Windows di pasar sistem operasi desktop. Fenomena ini menjadi salah satu penurunan pengguna terbesar sepanjang sejarah Windows.
Penyebab utamanya adalah rencana penghentian dukungan untuk Windows 10 yang akan berakhir pada Oktober 2025, yang artinya pengguna Windows 10 tidak akan mendapatkan update lagi dari Microsoft.
Masalahnya, banyak perangkat lama tidak memenuhi syarat untuk naik ke Windows 11 karena aturan baru Microsoft yang mengharuskan perangkat memiliki fitur seperti TPM 2.0 dan prosesor tertentu. Karena itu, banyak pengguna memilih meninggalkan Windows dan beralih ke sistem operasi lain seperti Linux atau menggunakan perangkat berbasis cloud dan mobile.
Selain itu, munculnya fitur-fitur baru yang dinilai mengganggu, seperti iklan dan integrasi AI, membuat sejumlah pengguna merasa tidak nyaman. Mereka menilai Windows kini lebih berat dan kurang fleksibel.
Meski begitu, Microsoft masih berusaha mempertahankan pengguna dengan terus memperbarui Windows 11 dan menambahkan fitur berbasis kecerdasan buatan seperti Copilot. Tapi, keberhasilan strategi ini bergantung pada apakah Microsoft bisa benar-benar memenuhi harapan penggunanya.