Lembaga Keuangan di Asia Jadi Target Utama Gelombang DDoS Baru
Menurut
laporan terbaru dari FS-ISAC dan Akamai Technologies, serangan Distributed
Denial of Service (DDoS) di kawasan Asia-Pasifik melonjak drastis, dengan
peningkatan mencapai 245% dibanding 2023.
Laporan
berjudul From Nuisance to Strategic Threat: DDoS Attacks Against the
Financial Sector menunjukkan bahwa pelaku ancaman kini mengandalkan taktik
yang lebih rumit: bukan sekadar membanjiri lalu lintas, tetapi melancarkan
serangan multi-vektor yang memanfaatkan titik lemah di rantai pasokan dan API
perusahaan. FS-ISAC menekankan pentingnya kesiapan teknis dan peningkatan
kolaborasi, sementara Akamai menyoroti akses mudah ke layanan DDoS-for-hire
serta tekanan geopolitik sebagai pemicu tren ini.
Sebuah
tren baru terlihat pada kuartal IV 2024, di mana lebih dari 20 institusi
keuangan di enam negara APAC mengalami serangan berulang dan persisten—meski
serangan individualnya tidak terlalu besar—menandakan strategi jangka panjang
pelaku indivdual atau kelompok yang sama.
Sebagai
langkah mitigasi, FS-ISAC dan Akamai mengimbau lembaga keuangan untuk
mengadopsi model kematangan DDoS serta memperkuat keamanan melalui analisis
real-time, otomatisasi mitigasi, proteksi API/DNS, dan penyaringan geo-IP guna
menjaga reputasi dan kontinuitas operasional.