Selamat Tinggal “Blue Screen of Death”! Microsoft Hadirkan Layar Hitam sebagai Pengganti
Microsoft akhirnya mengakhiri era panjang layar biru kematian atau Blue Screen of Death (BSOD), yang selama ini menjadi momok bagi pengguna Windows. Sebagai gantinya, perusahaan teknologi raksasa ini akan memperkenalkan layar hitam sebagai tampilan pesan error terbaru di sistem operasi mereka.
Selama bertahun-tahun, BSOD menjadi indikator adanya kerusakan serius pada perangkat keras maupun perangkat lunak, yang membuat sistem Windows terpaksa berhenti bekerja guna mencegah kerusakan lebih lanjut. Begitu muncul, semua aktivitas yang belum tersimpan akan hilang dan pengguna harus me-restart perangkat mereka.
Kini, perubahan besar dilakukan Microsoft. Mengutip laporan CNN pada Jumat (27/6), Microsoft menyatakan akan menghapus fitur klasik tersebut demi menyederhanakan pengalaman saat perangkat harus restart secara mendadak. Layar biru yang ikonik itu akan digantikan oleh tampilan layar hitam baru, yang disebut lebih modern dan minimalis.
Perubahan ini akan mulai diterapkan pada akhir musim panas 2025 melalui pembaruan sistem operasi Windows 11 versi 24H2. Selain tampil lebih segar, layar hitam ini diklaim mempercepat proses boot ulang, yang kini hanya memakan waktu sekitar dua detik bagi sebagian besar pengguna. Sebagai informasi, BSOD pertama kali diperkenalkan di awal 1990-an, dikenal dengan julukan "layar biru ketidakbahagiaan" di Windows 3.1. Layar biru kematian versi lebih serius kemudian muncul pada tahun 1993 di sistem operasi Windows NT, saat sistem mengalami kondisi gagal total dan tidak dapat dipulihkan lagi.
Dengan berakhirnya era BSOD, Microsoft membuka babak baru dalam pengalaman pengguna Windows—lebih cepat, lebih halus, dan tanpa warna biru yang menakutkan.