Google Rilis Marketing Tools AI: Memanfaatkan AI untuk Menjangkau Konsumen dari Seluruh Asia Tenggara
Google resmi rilis berbagai inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam Goole Marketing Live Southeast Asia (GML SEA) di Singapura pada Rabu, 09 Juli 2025 untuk membantu pelaku bisnis dan pasar digital di kawasan Asia Tenggara.
Peluncuran ini mencakup berbagai tools baru, yaitu :
Asset Studio: Ruang kerja di Google Ads yang memanfaatkan AI generatif untuk membuat berbagai aset iklan yang bervariasi secara efisien.
Youtube Creator Partnerships Hub: Platform pengelola kolaborasi dengan kreator YouTube, yang menyederhanakan proses kemitraan dalam Google Ads.
Agentic AI: Fitur yang meningkatkan kinerja iklan dengan memanfaatkan kemampuan AI dalam mengoptimalkan kampanye berdasarkan kekuatan data dan efektivitas konten.
Ads in AI Overviews: Alat yang membantu pengguna untuk mengakses cepat ke informasi tentang iklan dan AI, yang akan membantu menavigasi hasil pencarian dengan lebih efektif.
AI Mode: Pengaturan yang memungkinkan pengiklan untuk memanfaatkan fitur yang didorong oleh AI dalam pengoptimalan kampanye iklan.
AI Max for Search: Fitur canggih untuk meningkatkan kinerja kampanye pencarian dengan mengintegrasikan teknologi AI terbaru.
Dilansir dari www.tempo.co Sapna Chadha, Wakil Presiden Google untuk Asia Tenggara dan South Asia Frontier dalam siaran pers menjelaskan bahwa dengan ekosistem konsumen yang semakin kompleks dan sumber daya yang terbatas, kami membekali pemasar dengan model AI kami yang paling canggih sejauh ini.
Fitur AI Max for Search telah menunjukkan hasil yang menarik dalam uji coba selama 5 minggu di Singapura dan Malaysia. Shopee mengalami peningkatan konversi 100 persen lebih tinggi selama eksperimen di Singapura dan Malaysia. Fitur lain yang tidak kalah menarik yaitu fitur Ads in AI Overviews memperluas jangkauan fiturnya dalam bahasa inggris ke sejumlah negara, seperti Indonesia, Singapura, dan Filipina.
Sementara itu, fitur Youtube Creator Partnerships Hub kini tersedia di Indonesia untuk memudahkan kolaborasi antara brand dan kreator lokal, serta memperkuat tren pemasaran berbasis konten.
Tools tersebut diyakini bisa mengubah produksi kreatif hingga menata ulang search ads. Dan memungkinkan bisnis lokal akan tampil dalam hasil pencarian yang lebih relevan dengan keingintahuan konsumen yang tinggi.